Rangga tetap bisa lanjut kuliah
“Ayah selalu bilang, kuliah itu jangan sampai putus di tengah jalan. Dia menepati janji itu, walau sudah tidak ada.”
Rangga Pratama, 20, Surabaya
Cerita nyata
Kami menceritakan dua sisi: keluarga yang terlindungi, dan keluarga yang tidak. Keduanya sama pentingnya. Tidak ada nama produk, tidak ada nama perusahaan.
Cerita awal bersifat ilustratif — komposit dari pengalaman umum, dengan nama dan detail yang diubah. Cerita kiriman pembaca akan ditandai sebagai kiriman asli setelah diverifikasi.
“Ayah selalu bilang, kuliah itu jangan sampai putus di tengah jalan. Dia menepati janji itu, walau sudah tidak ada.”
Rangga Pratama, 20, Surabaya
“Bank tidak pernah menagih kami sepeser pun setelah suami saya meninggal. Saya baru sadar itu bukan kebetulan.”
Melati Anggraini, 35, Balikpapan
“BPJS menanggung banyak, tapi tidak semua. Uang klaim penyakit kritis itu yang menutup jarak di antaranya.”
Farah Az-Zahra, 44, Makassar
“Yang paling menenangkan bukan cuma dananya cair, tapi tahu bahwa uang itu dari sesama peserta yang ikhlas saling menolong.”
Aisyah Rahmawati, 39, Medan
“Kalau cuma andalkan satu, mungkin saya sudah terlilit utang. Untung ada dua-duanya jalan bareng.”
Yusuf Hidayat, 29, Palembang
“Saya tidak pernah membayangkan harus minta tolong ke orang-orang yang bahkan tidak kenal kami, cuma untuk bayar rumah sakit ibu.”
Dewi Lestari, 33, Bandung
“Kami tidak menjual rumah karena ingin. Kami menjual karena tidak ada jalan lain untuk menutup semuanya.”
Ratna Sari Dewi, 45, Denpasar
Klaim yang cair, klaim yang ditolak, atau keputusan yang kamu sesali. Ceritamu bisa membantu keluarga lain.
Kirim ceritamu