Proteksi Penghasilan
Berapa besar proteksi penghasilan yang saya butuhkan?
Sebagai titik awal, hitung pengeluaran wajib bulananmu (bukan gaji penuh) dan bandingkan dengan berapa besar manfaat yang bisa ditutup — pakai kalkulator untuk melihat simulasinya.
Diperbarui 22 Juni 2026
Mulai dari pengeluaran, bukan gaji
Kesalahan umum adalah mencoba mengasuransikan 100% gaji. Padahal sebagian besar polis proteksi penghasilan memang membatasi manfaat maksimal di sekitar 50–70% dari penghasilan yang kamu laporkan — ini kebijakan industri untuk mengurangi risiko orang "malas kembali kerja" (disebut moral hazard). Jadi titik awal yang lebih realistis adalah: berapa pengeluaran wajib bulananmu — cicilan, sewa, listrik/air, makan, sekolah anak, premi asuransi lain — bukan seluruh gaji termasuk tabungan dan gaya hidup.
Tiga langkah kasar untuk memperkirakan
- Jumlahkan pengeluaran wajib bulanan. Ini angka minimum yang harus tetap bisa dibayar meski penghasilan berhenti.
- Kurangi dengan sumber lain yang masih jalan. Misalnya penghasilan pasangan, tunjangan sakit dari kantor untuk beberapa bulan pertama, atau manfaat BPJS Ketenagakerjaan (JKK) kalau relevan.
- Sisanya adalah kebutuhan manfaat bulanan kasar yang perlu ditutup proteksi penghasilan — lalu cek apakah itu masih dalam batas maksimal yang ditawarkan (biasanya persentase dari gaji terlapor).
Faktor lain yang memengaruhi angka ideal
- Berapa lama dana daruratmu bisa bertahan. Kalau dana darurat cuma cukup untuk 2 bulan, kamu mungkin butuh masa tunggu (waiting period) yang lebih pendek meski preminya sedikit lebih mahal.
- Ada tidaknya tanggungan. Pencari nafkah tunggal dengan anak kecil biasanya butuh rasio penggantian penghasilan yang lebih tinggi dibanding lajang tanpa tanggungan.
- Stabilitas penghasilan usaha, kalau kamu wiraswasta. Untuk pelaku usaha, sebagian perusahaan meminta bukti penghasilan rata-rata 1–2 tahun terakhir untuk menentukan batas manfaat yang wajar.
Pakai kalkulator untuk menyimulasikan
Karena rumus ini melibatkan beberapa variabel sekaligus (pengeluaran, sumber penghasilan lain, masa tunggu, masa manfaat), cara paling praktis untuk melihat gambaran kasar adalah lewat simulasi interaktif. Kamu bisa mencobanya di kalkulator proteksi penghasilan — masukkan pengeluaran bulanan dan sumber penghasilan lain yang kamu punya, dan kalkulator akan menunjukkan kisaran kebutuhan manfaat bulanan sebagai bahan diskusi, bukan rekomendasi final.
Ingat: ini simulasi, bukan keputusan
Angka dari perhitungan atau kalkulator manapun tetap perlu dicocokkan dengan penawaran nyata dari perusahaan asuransi terdaftar OJK, lewat agen berlisensi AAJI, dan dibaca ulang lewat RIPLAY sebelum tanda tangan. SediaPayung tidak menjual produk dan tidak merekomendasikan perusahaan tertentu — tujuan kalkulator ini murni membantumu punya angka awal untuk dibawa ke diskusi.