Lompat ke konten
SediaPayung
Oktober adalah Bulan Inklusi Keuangan & 18 Oktober Hari Asuransi Nasional. Hitung kebutuhanmu →

Penyakit Kritis

Apakah BPJS Kesehatan saja sudah cukup untuk penyakit kritis?

BPJS Kesehatan menanggung banyak biaya pengobatan penyakit kritis termasuk beberapa penyakit berbiaya tinggi, tapi tidak menanggung kehilangan penghasilan, sejumlah pengobatan di luar plafon, dan kenyamanan pilihan layanan — celah yang biasanya diisi asuransi tambahan.

Diperbarui 20 Juli 2026

BPJS Kesehatan adalah pondasi jaminan kesehatan nasional yang penting dan sudah menanggung banyak biaya pengobatan, termasuk sejumlah penyakit kritis dengan biaya tinggi seperti kanker, gagal ginjal (cuci darah), dan penyakit jantung, selama sesuai prosedur rujukan berjenjang dan fasilitas kesehatan yang bekerja sama. Ini adalah pencapaian besar untuk jaminan kesehatan yang perlu diapresiasi, sekaligus dijadikan dasar (baseline) sebelum mempertimbangkan proteksi tambahan.

Apa yang sudah ditanggung BPJS dengan baik

  • Rawat inap dan rawat jalan untuk penyakit yang masuk dalam skema JKN, sesuai kelas kepesertaan.
  • Tindakan medis dan operasi yang termasuk dalam prosedur yang disetujui.
  • Obat-obatan sesuai formularium nasional yang berlaku.
  • Cuci darah rutin untuk pasien gagal ginjal, yang biayanya sangat besar jika dibayar mandiri.

Celah yang biasanya tidak ditanggung atau terbatas

  1. Kehilangan penghasilan selama sakit. Ini celah terbesar — BPJS menanggung biaya pengobatan, bukan biaya hidup keluarga selama kamu tidak bisa bekerja.
  2. Prosedur rujukan berjenjang yang memakan waktu. Sistem rujukan dari faskes tingkat pertama ke rumah sakit rujukan bisa memakan waktu, yang terasa berat saat kondisi butuh penanganan cepat.
  3. Obat atau terapi di luar formularium nasional, termasuk beberapa terapi kanker generasi terbaru yang belum masuk skema BPJS.
  4. Pilihan rumah sakit dan dokter terbatas sesuai jaringan faskes BPJS dan sistem rujukan, dibanding kebebasan memilih dengan asuransi swasta.
  5. Kelas rawat inap sesuai kelas kepesertaan — jika ingin kelas lebih tinggi, ada selisih biaya (naik kelas) yang harus dibayar mandiri.
  6. Biaya penunjang seperti pendamping, transportasi rujukan antar kota, atau kebutuhan non-medis selama pemulihan panjang.

Kenapa inflasi biaya medis membuat celah ini makin terasa

Inflasi biaya medis di Indonesia diperkirakan sekitar 10-15% per tahun menurut riset industri — jauh lebih tinggi dari inflasi umum. Artinya, biaya pengobatan yang tidak sepenuhnya ditanggung BPJS bisa membengkak signifikan dalam beberapa tahun, sementara Jaminan Kesehatan Nasional punya keterbatasan anggaran dan skema yang tidak selalu mengikuti kecepatan kenaikan biaya tersebut.

Bagaimana idealnya BPJS dan asuransi tambahan berjalan bersama

Cara paling sehat memandang ini bukan "BPJS vs asuransi swasta", tapi BPJS sebagai lapisan dasar wajib yang menanggung sebagian besar biaya pengobatan langsung, dan asuransi penyakit kritis atau asuransi kesehatan swasta sebagai pelengkap untuk celah-celah di atas — terutama kehilangan penghasilan dan kebutuhan biaya yang lebih fleksibel selama masa pemulihan panjang.

Kesimpulannya

BPJS Kesehatan bukan tidak cukup dalam arti buruk — ia memang dirancang sebagai jaminan dasar universal, bukan jaminan penghasilan atau proteksi finansial menyeluruh. Untuk keluarga yang penghasilannya sangat bergantung pada satu atau dua pencari nafkah, celah kehilangan penghasilan saat sakit kritis inilah yang paling penting dipikirkan — dan di sinilah asuransi penyakit kritis swasta paling relevan sebagai pelengkap, bukan pengganti, BPJS.