Lompat ke konten
SediaPayung
Oktober adalah Bulan Inklusi Keuangan & 18 Oktober Hari Asuransi Nasional. Hitung kebutuhanmu →

Asuransi Syariah

Bagaimana memastikan sebuah produk benar-benar sesuai syariah (Dewan Pengawas Syariah, sertifikasi)?

Cek apakah perusahaan dan produknya memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) resmi, terdaftar sebagai unit/perusahaan asuransi syariah di OJK, dan tergabung dalam AASI — jangan hanya mengandalkan nama produk yang mengandung kata 'syariah'.

Diperbarui 22 Juli 2026

Kenapa perlu diverifikasi, bukan diasumsikan

Kata "syariah" pada nama produk bukan jaminan otomatis bahwa seluruh mekanismenya benar-benar sesuai prinsip syariah dalam praktiknya. Untuk memastikan itu, ada beberapa lapisan verifikasi resmi yang bisa kamu cek — bukan sekadar percaya pada klaim pemasaran.

1. Cek keberadaan Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Setiap perusahaan asuransi syariah di Indonesia wajib memiliki Dewan Pengawas Syariah — badan independen berisi ahli fikih muamalah yang bertugas mengawasi dan memastikan seluruh operasional, produk, dan pengelolaan investasi perusahaan sesuai prinsip syariah. Perusahaan yang kredibel biasanya mencantumkan nama anggota DPS-nya secara terbuka di situs resmi atau materi produk. Kalau informasi ini tidak bisa ditemukan atau perusahaan enggan menunjukkannya, itu tanda untuk bertanya lebih jauh.

2. Cek status resmi di OJK

Perusahaan asuransi syariah — baik yang berdiri sebagai entitas penuh syariah maupun unit syariah dari perusahaan konvensional — wajib terdaftar dan diawasi OJK. Kamu bisa mengecek status legalitas perusahaan dan izin usahanya lewat kanal resmi OJK sebelum memutuskan membeli produk apa pun, sama seperti yang perlu dilakukan untuk produk konvensional.

3. Cek keanggotaan di AASI

AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia) adalah asosiasi resmi yang menaungi pelaku industri asuransi syariah di Indonesia. Perusahaan yang menjadi anggota AASI umumnya berkomitmen mengikuti standar dan kode etik industri syariah yang berlaku — status keanggotaan ini bisa jadi salah satu indikator tambahan kredibilitas, meski bukan satu-satunya penentu.

4. Baca sertifikasi dan opini syariah di RIPLAY

RIPLAY produk syariah biasanya turut mencantumkan akad yang dipakai (tabarru', wakalah bil ujrah, dll) dan pernyataan kepatuhan syariah dari DPS. Membaca bagian ini membantumu memahami bukan hanya bahwa produk itu diklaim syariah, tapi juga bagaimana strukturnya bekerja secara spesifik — sesuatu yang sudah dibahas di pertanyaan-pertanyaan sebelumnya di hub ini.

5. Jangan ragu bertanya langsung

Kalau agen tidak bisa menjelaskan dengan jelas siapa DPS produk yang ditawarkan, bagaimana alokasi tabarru'/ujrah/investasinya, atau bagaimana kebijakan surplus underwriting-nya, itu sinyal untuk mencari sumber informasi lain atau membandingkan dengan perusahaan lain — sebelum menandatangani apa pun. Cek lisensi agen itu sendiri di AAJI (untuk agen jiwa) sebagai langkah tambahan, karena legalitas agen dan legalitas produk adalah dua hal yang perlu dicek terpisah.