Lompat ke konten
SediaPayung
Oktober adalah Bulan Inklusi Keuangan & 18 Oktober Hari Asuransi Nasional. Hitung kebutuhanmu →

Asuransi Jiwa

Berapa uang pertanggungan yang saya butuhkan?

Perkiraan cepat: kalikan pengeluaran tahunan keluargamu dengan jumlah tahun perlindungan yang kamu inginkan, lalu tambahkan utang dan kurangi aset likuid serta santunan BPJS yang sudah ada.

Diperbarui 15 Juni 2026

Ini salah satu pertanyaan paling sering ditanyakan, dan jawabannya memang butuh sedikit hitung-hitungan — tapi tidak serumit yang dibayangkan. Ada beberapa pendekatan yang biasa dipakai, dari yang paling sederhana sampai yang lebih detail.

Pendekatan 1: kelipatan penghasilan tahunan

Cara paling cepat: kalikan penghasilan tahunanmu dengan angka tertentu (banyak orang memakai kelipatan antara 5-10 kali, tergantung usia, jumlah tanggungan, dan berapa lama proteksi dibutuhkan). Ini metode kasar tapi mudah dipakai sebagai titik awal diskusi.

Pendekatan 2: kebutuhan pengeluaran (lebih akurat)

Metode ini lebih personal karena berbasis pengeluaran keluarga, bukan penghasilanmu:

  1. Hitung pengeluaran tahunan keluarga yang harus tetap berjalan meski kamu tiada (kebutuhan hidup, sekolah anak, cicilan, dll).
  2. Kalikan dengan jumlah tahun perlindungan yang kamu inginkan — misalnya sampai anak bungsu lulus kuliah, atau sampai pasangan pensiun.
  3. Tambahkan kebutuhan sekaligus, seperti pelunasan utang (KPR, kredit kendaraan) dan dana pendidikan anak. Sebagai ilustrasi kasar, UKT kuliah negeri bisa mulai dari beberapa ratus ribu hingga puluhan juta rupiah per semester tergantung kampus dan jurusan, sementara kuliah swasta bisa berkisar Rp15-100 juta+ per tahun — angka ini sangat bervariasi, jadi sesuaikan dengan rencana pendidikan keluargamu sendiri.
  4. Kurangi aset likuid yang sudah ada, seperti tabungan, investasi, dan dana darurat.
  5. Kurangi santunan yang sudah pasti diterima, seperti Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan (sekitar Rp 42 juta bagi pekerja formal terdaftar).

Hasil akhirnya adalah perkiraan "kekurangan" yang perlu ditutup oleh uang pertanggungan asuransi jiwa swasta.

Contoh sederhana (ilustrasi, bukan patokan mutlak)

Misalnya pengeluaran keluarga Rp 8 juta/bulan (Rp 96 juta/tahun), dibutuhkan perlindungan 15 tahun ke depan sampai anak mandiri: kebutuhan dasar sekitar Rp 1,4 miliar. Tambahkan sisa KPR Rp 400 juta dan dana pendidikan ilustratif Rp 300 juta, lalu kurangi tabungan Rp 200 juta dan santunan BPJS Rp 42 juta. Hasilnya sekitar Rp 1,9 miliar sebagai kebutuhan uang pertanggungan. Ingat, ini murni ilustrasi cara menghitung — angka keluargamu pasti berbeda.

Kenapa perkiraan "asal comot" berbahaya

Banyak orang membeli uang pertanggungan berdasarkan berapa yang "terasa cukup" atau sekadar mengikuti rekomendasi agen tanpa dihitung ulang. Risikonya dua arah: kalau terlalu kecil, keluarga tetap kesulitan finansial meski sudah punya polis; kalau terlalu besar dibanding kemampuan bayar, preminya membebani cashflow bulanan sehingga berisiko polis lapse (batal karena telat bayar).

Gunakan kalkulator untuk mempercepat prosesnya

Menghitung manual seperti di atas bisa memakan waktu dan mudah salah. SediaPayung menyediakan kalkulator kebutuhan asuransi jiwa yang membantu kamu memasukkan angka-angka pribadi dan langsung melihat estimasi kekurangan uang pertanggungan, tanpa perlu menghubungi siapa pun dulu.

Setelah punya angka perkiraan, langkah berikutnya adalah membandingkannya dengan kemampuan membayar premi jangka panjang — karena uang pertanggungan yang ideal tapi tidak sanggup dibayar bertahun-tahun justru berisiko sia-sia.